Home

Selasa, 10 Juni 2014

MH370, Pesawat Drone, Dan Pangkalan Militer Rahasia AS

Ada banyak teori konspirasi yang beredar ketika pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 menghilang tanpa jejak.
Salah satu teori yang mencuat belakangan di media sosial adalah adanya keterlibatan intelijen asing membajak MH370 hanya karena membawa kargo pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle)  atau lebih dikenal pesawat Drone dari Afghanistan ke Tiongkok.
Saat pasukan Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan, salah satu dari peralatan komunikasi untuk komando dan pengendalian yang biasa digunakan untuk mengendalikan pesawat UAV mereka   dibajak oleh gerilyawan Taliban.
Pembajakan ini dilakukan saat gerilyawan Taliban mencegat iring-iringan kendaraan militer pasukan AS yang hendak bergerak pulang ke AS, menuju bandara di suatu daerah perbukitan di Afghanistan.
Serangan gerilyawan Taliban tersebut menewaskan 2 personel militer AS, merampas segala peralatan militer yang penting, termasuk yang bersifat rahasia, yaitu command and control system yang tersebut di atas, seberat 20 ton dan sedang di pak terpisah dalam 6 peti kayu.
Peristiwa ini berlangsung pada bulan Februari 2014.  Gerilyawan Taliban menginginkan uang dari hasil penjualan senjata rahasia tersebut.
Kepada siapa? Siapa lagi jika bukan Russia atau RRC. Dan pemerintah Tiongkok adalah pemenangnya.
Mereka berani bayar mahal, dan segera mengirimkan 8 orang agen intelijen ke Afghanistan, markas Taliban setempat, dan melakukan analisa dan cek fisik atas barang dagangan yang ditawarkan.
Kesepakatan bisnis dicapai, jutaan dolar AS dikabarkan dibayarkan kepada gerilyawan Taliban.
Singkat cerita, diputuskan bahwa keenam peti kayu berisi peralatan komando yang dianggap senjata rahasia rampasan perang tersebut, entah bagaimana suatu hari di awal Maret 2014, transit di kargo Kuala Lumpur International Airport, Malaysia, untuk selanjutnya dibawa ke Beijing RRC, sebagai kargo samaran.
Rute pengirimannya pun tak langsung dari Afghanistan yang lebih dekat ke RRC, namun di putar  terlebih dahulu ke Malaysia agar tak mencurigakan pihak AS dan sekutu nya.
Namun sebelum dibawa langsung ke Beijing, kargo tersebut dititipkan sementara di Kedubes RRC di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sementara itu, pemerintah AS melalui badan intelijennya seperti CIA dan NSA tak tinggal diam.
Mengetahui ada senjata rahasia berbahaya yang hilang, mereka pun segera mengontak sahabat karib mereka, agen rahasia Israel yang terkenal kehandalannya di dunia intelijen internasional sejak tahun 1950-an.
Mereka berhasil menjejaki dan melacak keberadaan kargo “tak wajar” ini di Malaysia. Dan mereka memutuskan untuk membuntuti lalu merampas balik di saat yang tepat. Bila perlu dengan teknik sabotase ataupun pencegatan konvoi ala gerilyawan Taliban di atas.
Di sisi lain, Pemerintah RRC memutuskan hanya menyimpan kargo tak wajar itu  selama satu hari.
Diputuskan bahwa kargo ini akan  dititipkan pada pesawat terbang sipil yang tak mencurigakan, untuk menghindari agen intelijen AS yang mereka sadari tak akan tinggal diam.
Dipilihlah, Malaysian Air System (MAS) nomor penerbangan MH-370, yang terbang menjelang tengah malam dari Kuala Lumpur, dengan ETA (estimated time arrival) di Beijing sekitar 4,5 jam kemudian.
Di dalam daftar penumpang, diisukan terdapat 5 WN AS dan agen rahasia Israel (Mossad) yang telah terlatih dengan pengendalian pesawat terbang Boeing.
Pada saat kontak terakhir co-pilot Fariq dengan tower KLIA menjelang perbatasan Vietnam pukul 01.30 waktu Malaysia, saat itulah para agen rahasia AS tersebut melakukan jamming signal terhadap sistem pengendalian dan komunikasi pesawat, serta mengambil alih kemudi pesawat dengan remote control dan membelokkan arah penerbangan ke arah barat.
Pesawat Boeing 777-300 ER MAS  MH 370 beserta seganap awak, penumpang, dan terutama kargo nya  diterbangkan ke pangkalan militer AS dan Inggris di Pulau Atol Diego Garcia di tengah Samudera Hindia.
Jaraknya hanya beberapa ribu kilometer dari Maladewa. Lebih dekat daripada jarak Kuala Lumpur-Beijing. Di sana, kargo dipindahkan, diduga juga bersama Black Box nya agar pesawat tak terlacak jika jatuh.
Dari Diego Garcia, pesawat selanjutnya diterbangkan lagi, kali ini melaui perangkat remote control yang dimiliki US Air Base Diego Garcia, berarti juga kelima agen rahasia dan kargo curiannya tetap di Pulau Diego Garcia.
Sementara awak pesawat dan penumpang entah disengaja atau tak sengaja, dibuat tak sadarkan diri akibat kekurangan oksigen.
Misi rahasia ini tak boleh meninggalkan saksi. Pesawat kemudian dijatuhkan ke tengah Samudera Hindia dengan kecepatan tinggi, sehingga hancur berkeping-keping.
Pangkalan Militer Rahasia
Pemerintah Malaysia sendiri tidak mempercayai munculnya berbagai ragam teori konspirasi.
Kita juga tentu tidak mempercayai begitu saja sebuah teori.
Tetapi cerita konspirasi di atas mau menggambarkan bahwa pesawat Drone atau UAV adalah sebuah teknologi militer yang sangat rahasia yang dimiliki AS, yang diincar banyak negara, terutama negara-negara “musuh.”
Amerika Serikat memiliki beberapa pangkalan militer paling rahasia di dunia untuk menempatkan pesawat-pesawat militernya, termasuk pesawat Drone. 
Pertama, pangkalan militer di  Pulau Shemya   

Shemya Island adalah pulau yang sangat kecil. Lokasinya berada di bagian pesisir selatan Alaska. Lebar pulau itu sekitar dua mil dan panjangnya empat mil.

Suhu di pulau bisa mencapai 50 derajat Fahrenheit. Dibangun pada masa perang dingin, lokasi ini digunakan sebagai pangkalan terluar untuk mengantisipasi satelit mencurigakan dari Uni Soviet.
Sekarang, fungsinya berubah jadi pangkalan angkatan udara AS guna memantau radar dan cuaca. Sekaligus juga pusat pengisian bahan bakar.   
Kedua, Pangkalan Udara Andersen   
Pusat pangkalan udara ini punya peran yang signifikan saat tahun 1970-an. Di lokasi tersebut, pernah terjadi berbagai serangan militer dari lawan Amerika Serikat. Pasukan AS menjadikan pangkalan ini sebagai tempat untuk mengisi amunisi.
Lokasi pangkalan ini berada di wilayah utara Guam. Kini, keberadaannya hanya digunakan untuk pengisian bahan bakar dan stok amunisi.
Pangkalan ini sempat menjadi perhatian saat dijadikan lokasi pendaratan darurat pesawat luar angkasa.   
Ketiga, Pangkalan Diego Garcia   

Namanya memang cukup unik, Diego Garcia. Lokasi pangkalan ini berada di pulai terpencil di Samudera Hindia.

Pasukan AS sudah berada di situ sejak era perang dingin. Tujuannya memang untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila ada masalah dengan Iran.
Saat ini, pangkalan Diego Garcia digunakan sebagai pusat amunisi bagi operasi militer di Afghanistan. Sesekali para tentara AS juga berlatih di sini.

Keempat, Pangkalan Udara Kunsan   

Kunsan terletak di pulau terpencil Korea Selatan. Kehadiran pangkalan ini untuk berjaga-jaga bila suasana memanas antara Korea Selatan dan Korea Utara berujung dengan perang miiter.

Pangkalan ini dibangun sejak era perang dunia kedua, namun baru dipakai ketika perang Korea. Di pangkalan ini tak ada penduduk, murni terbebas dari warga sipil. Namun pangkalan ini juga adalah pangkalan terjauh dari pangkalan militer AS lainnya.

Kelima, Lembah Korengal Afghanistan   

Saat menggelar operasi militer di Afghanistan, Amerika Serikat memiliki sejumlah pos militer rahasia. Sebagian ada di gurun untuk memantau pergerakan milisi Taliban. Salah satunya adalah pangkalan di Korengal.

Lokasi pangkalan ini cukup unik karena terletak dikelilingi gunung. Pangkalan ini juga menjadi lokasi yang paling sering diserang oleh musuh AS. Sedikitnya ada 40 orang tentara tewas di lokasi tersebut.
Keenam, Pine Gap   

Dulu, pangkalan ini dibangun pertama kali oleh Australia. Namun sejak tahun 2002, pihak Amerika Serikat memanfaatkan untuk kepentingan militer dan menjadikannya stasiun pelacakan satelit.

Sebelumnya, kawasan ini juga sempat disebut-sebut sebagai ‘area 51′ versi Australia.
Area 51 adalah sebuah daerah terisolasi di AS yang digunakan sebagai pusat pembangunan rahasia dan percobaan pesawat-pesawat tempur generasi baru. Area ini juga sangat terkenal karena diduga kuat sebagai pusat penelitian UFO.
Ketujuh, Area 51   

Seperti dijelaskan sebelumnya, area ini adalah pangkalan militer yang paling misterius milik AS. Terletak di bagian terpencil di tengah gurun Nevada, Area 51 selalu dihiasi misteri.

Area ini disebut-sebut sebagai pusat pembangunan rahasia dan percobaan pesawat – pesawat tempur generasi baru.
Area ini juga sangat terkenal karena diduga kuat sebagai pusat penelitian UFO yang sampai sekarang dianggap sebagai salah satu teori konspirasi yang belum terungkap.
Namun belakangan pada tahun 2011, diketahui kalau di pangkalan ini, Amerika Serikat memeriksa sejumlah teknologi perang Uni Soviet kala perang dingin.

Kedelapan, Pangkalan Udara Shamsi   

Pangkalan ini terletak di Pakistan. Sejak dulu, tak ada yang tahu apa aktivitas resmi di pangkalan ini, bahkan Pakistan sekali pun.

Disebut-sebut pangkalan Shamsi dikuasai oleh CIA untuk menggelar berbagai operasi ilegal. Termasuk penangkapan bos Al Qaeda Osama bin Laden.
Kesembilan,  Pulau Wake   

Pangkalan ini terletak di antara Honolulu dan Guam. Pulau ini sebetulnya pulau karang yang dikelilingi oleh lautan.

Di tengah pulau ini pun masih ada air laut. Meski terlihat sebagai pulau indah, namun pulau ini kerap dilanda topan dan badai.
Sepanjang perang dunia kedua, pangkalan ini digunakan untuk memantau Jepang dan menjadi pemberi informasi pertama pada Pearl Harbour bila ada serangan.
Namun kenyataannya, Pearl Harbour sempat diserang Jepang gara-gara pangkalan ini sudah lebih dulu dibom.
Saat ini, pangkalan militer ini nyaris tak terawat. Sejumlah batu dan bangunan tetap dibiarkan guna mengenang serangan pada tahun 1943 tersebut.
Sepuluh, Pangkalan Udara Thule   
Ini adalah pangkalan militer AS yang terletak paling utara dunia. Lokasinya berdekatan dengan kutub utara, tepatnya di utara Greenland. Sesuai namanya, pangkalan ini selalu diselimuti salju.
Tak pernah ada yang tahu apa tujuan dibentuknya pangkalan udara di lokasi ini. Dulu, pangkalan ini sempat dipakai untuk memantau pergerakan Uni Soviet, namun tak pernah jelas.
Pangkalan ini pun disebut masih ‘perawan’. Sementara ini, pangkalan hanya digunakan untuk pelatihan anggota baru. 
Pangkalan Ramstein
Namun, ada satu Pangkalan Militer AS di Ramstein, Jerman, yang ternyata memainkan peran penting dalam serangan drone.
Seorang mantan pilot Amerika Serikat mengungkapkan bahwa  semua data spionase penting dikumpulkan di Ramstein.
Media Jerman melaporkan, pangkalan militer AS di Ramstein menjadi pusat koordinasi penting untuk serangan Drone (pesawat tak berawak) yang dilancarkan Amerika Serikat di berbagai bagian dunia.
Jurnalis dari NDRWDR dan Süddeutsche Zeitung melakukan investigasi dan mewawancarai bekas pilot yang melakukan serangan itu.
Sejak beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat meningkatkan serangan dengan drone di Afghanistan, Pakistan, Yaman dan Somalia. Sasarannya adalah sel-sel teroris yang beroperasi di negara-negara itu.
Tapi tidak jarang, serangan drone menewaskan warga sipil. Organisasi hak asasi mengecam serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.
Menurut laporan NDR dan WDR, semua video pengintaian dan hasil spionase dikumpulkan di Ramstein untuk dianalisa.
Sejak Februari 2003, ada lima unit khusus di Ramstein yang menganalisa semua bahan spionase itu, termasuk rekaman serangan yang dilakukan oleh pesawat tak berawak.
Penyerangan drone dikoordinasi langsung di Ramstein, termasuk perintah untuk penyerangan. Sedangkan pilot drone mengendalikan pesawat itu dengan joystick dari pangkalan militer di Amerika Serikat.
“Jerman sangat penting untuk seluruh operasi drone Amerika Serikat. Tanpa pangkalan militer di Ramstein, semua itu tidak mungkin bisa dilakukan,” ungkap Brandon Bryant, bekas pilot Amerika Serikat yang bertugas mengendalikan drone seperti dilaporkan DW. 
Brandon Bryant yang berusia 28 tahun, menurut keterangan sendiri bekerja sampai April 2011 di pangkalan militer New Mexico, Amerika Serikat.
“Saya bekerja mengendalikan drone lebih dari 6000 jam. Tidak ada satu kasuspun, dimana saya tidak menghubungi Ramstein, untuk menyambungkan (komputer) dengan sebuah drone,” kata Bryant.
Menurut keterangan Brandon Bryant, pangkalan militer Amerika Serikat di Ramstein juga menjadi stasiun perantara terpenting untuk menyalurkan sinyal-sinyal satelit dari drone ke stasiun bumi di Amerika Serikat.
Karena daerah operasi seperti Pakistan dan Yaman letaknya sangat jauh dari Amerika.
Presiden AS Barack Obama dalam kunjungannya ke Jerman tahun lalu masih membantah bahwa Amerika menjadikan Jerman sebagai basis operasi serangan drone ke Afrika.
Kebanyakan pakar hukum mengecam serangan terarah dengan pesawat tanpa awak, karena membunuh tersangka pelaku teror tanpa proses pengadilan. [dari berbagai sumber/L-8]


Kenapa Militer Indonesia Ditakuti? Karena selalu siaga tempur!

1. Siap Siaga Perang
Ini memang aneh, dalam kondisi damai dan tidak dalam kondisi konfrontasi dengan negara manapun tapi militer Indonesia selalu dalam kondisi siap siaga perang.
Mulai dari tingkat Batalyon sampai (terutama) pasukan komando khusus. Dan yg paling misterius adalah unit detasemen inti khusus (contoh: Denjaka AL) yang banyak tersebar di tiap angkatan, TNI selalu dalam kondisi siaga perang.
2. Punya banyak kesatuan siap serbu tempur
Ini salah satu keunggulan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara berkembang lainya. Bila dihitung bijian, Indonesia hanya kalah dari Amerika dan China dari jumlah kesatuan khusus siap tempur serbu.
Catat nggih, siap tempu serbu, artinya siap menerima komando untuk menyerbu sasaran, bukan hanya menghalau serangan.
Dari yang terlihat saja, mulai dari Kopassus, Kopaska, Kopaskhas lalu ditambah Kostrad. Mereka adalah prajurit yang menu harianya adalah siaga serbu tempur. Berat badan melar, fisik menurun langsung diturunkan.
Jumlahnya? tentu harus dirahasiakan. Tapi diperkirakan 50% dari total personil TNI.
50% personil dalam kondisi siaga perang? eit itu belum termasuk unit detasemen khusus yang lebih siaga lagi. Seperti di AL ada Denjaka dan Hantu Laut/Yontaibi Marinir (nomer 3 dunia)
Maka enggak heran jika negara-negara tetangga sering rewel bila TNI menambah persenjataan. Lha wong orangnya saja siap perang, lha kok pegang senjata baru.
3. Non Blok
Ini yang repot. Setelah era perang dingin, negara-negara nonblok banyak yg berpaling ke rusia-china.
Kasus Syiria adalah bukti bahwa USA sangat takut berhadapan dengan Rusia.
Di tengah krisis Amerika yg masih berlangsung. Kelakuan Rusia-China akhir-akhir ini semakin berani. Seperti kasus Ukraina.
Penutup.
Dalam militer alusista/ alat utama sistem pertahanan memang penting. Tapi ke-siaga-an pasukan lebih diwaspadai musuh.
Libya dan Irak sangat mudah dihancurkan karena pasukan tempur dua negara itu tidak dalam kondisi siaga perang. Ditambah fakta bahwa mereka hanya punya masing-masing 1 group pasukan khusus yang siaga perang. Garda Nasional dan Garda Revolusi.
Lha Indonesia? banyak mas brooo. Sila pilih mau Kopassus atau Kopaska atau Kopaskhas yang semuanya punya kemampuan darat-udara-laut yang sama. Kalau masih kurang, ada detasemen khusus dan Batalyon inti di tiap kesatuan yang kemampuanya juga nomer wakid.

7 Satuan Pasukan Indonesia dgn Senjata Lengkap

Indonesia adalah Negara yg Besar. Saat saya menulis artikel ini bagi anda. Menurut WorldBank : Indonesia Masuk 10 Negara dgn Ekonomi Bisnis yg Besar. Dan Menurut Global Fire. Indonesia juga masuk 20 Peringkat Negara dgn Pasukan yg Kuat damai.gif (30×18)

Menarik banget. Jika kita menyimak artikel ini ya. Beberapa orang mungkin ngga percaya. kalau Indonesia masuk 20 Negara dgn Pasukan Kuat..

Ini dia, 7 Pasukan Indonesia : “Dengan Senjata Lengkap

Yupz langsung aja ya anda simak tertawa.gif (19×19)

1] Densus 88 AntiTeror

Densus 88 AntiTeror adalah Pasukan yg ahli dalam penanggulangan Teroris. Ia juga mampu mengatasi Ancaman Tingkat Tinggi dan Penyanderaan. kepalaberwarna.gif (15×15)

2] Raider
\
Yg Kedua adalah Batalyon Raider. Nah kalau yg ini. adalah Pasukan Terpilih dari TNI. Yg Memiliki 3 Keahliaan mumpuni. Seperti Pertempuran jarak dekat, Pertempuran Gerilya ataupun mampu mengatasi Pertempuran berlanjutan yg panjang.

3] Korps Brimob


Nah, kalau yg ini adalah Pasukan Elit dari Kesatuan Polisi Indonesia.

4] Pasukan Katak Mainkomputer.gif (50×30)

Saya heran. Mengapa namanya disebut Pasukan Katak ya. Namun, jika kita lihat dari Kemampuannya. Pasukan Katak Indonesia emang ahli dalam segala hal tentang air. Seperti Perebutan Pantai, Instalasi Bawah air, Kapal, dan lain-lainnya.

5] KOPASSUS

Semua orang Indonesia, pasti mengenal kehebatan Tentara kopassus ini ya.

6] TNI AL

Hampir sama dgn TNI AD. Yg ini juga hebat. Namun keahliannya ahli dibidang Lautan

7] TONTAIPUR
Beberapa orang Indonesia pasti belum mengenal mereka. Yupz. Mereka adalah Salah Satu yg Hebat di Indonesia. TONTAIPUR adalah Pasukan Terlatih dari Seleksi yg Super Ketat.

Mereka dibekali Teknologi Militer yg Lengkap. Seperti NVG (Night Vision Goggle) dan Senjata Rahasia. Mereka ahli semua bidang. Di darat, laut dan bahkan udara. Target mereka adalah Sasaran bernilai paling tinggi. Menurut Wikipedia.com, Jumlah Mereka sedikit. hanya 300 orang. Tapi, Kekuatan mereka kuat. GBU

6 Senjata Mematikan Buatan Indonesia


Rencananya, akhir Maret ini 260 unit kepala roket jenis smoke warhead segera diekspor ke Cile. Alutsista itu merupakan buatan PT Sari Bahari dari Malang, Jawa Timur.

Kualitas Smoke Warhead diakui mengalahkan produk serupa buatan pabrikan sejumlah negara maju, di antaranya; Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano.

Smoke Warhead akan memberikan informasi kepada pilot soal posisi jatuh roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh ke tanah. Smoke Warhead telah diproduksi sejak tahun 2000. Hingga kini, sudah lebih dari 3.000 Smoke Warhead yang dipesan TNI.

 

2. PESAWAT CN 235-MPA DIEKSPOR KE KORSEL

Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) produksi PT Dirgantara Indonesia menjadi salah satu Alutsista yang diminati negara lain.

Pada 2011-2012 lalu, PT DI memenuhi permintaan Korea Selatan yang memesan empat pesawat itu melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan nilai total USD 94,5 juta. Pesawat yang merupakan modifikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan di samping bisa difungsikan untuk angkutan personel.

Di tahun yang sama, PT DI juga mengekspor pesawat CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP, ke Senegal, Afrika.

CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam Singapore Airshow 2008). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014.

CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.


3. FAST PATROL BOAT DIEKSPOR KE TIMOR LESTE

Putra putri terbaik bangsa di PT PAL telah berhasil membuat kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya, Alutsista buatan dalam negeri itu telah membuat negara tetangga, Timor Leste, kepincut.

Pada 2011 lalu, Pemerintah Timor Leste memutuskan memesan dua kapal patroli cepat senilai USD 40 juta. Kapal tersebut akan digunakan untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste.

Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot.

Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.

 

4. PELURU BUATAN PT PINDAD DIMINATI SINGAPURA HINGGA AS

PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama ini memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm.

Namun, selain untuk TNI-Polri, peluru yang dihasilkan PT Pindad juga diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Singapura, Filipina, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS).

Untuk Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih itu telah memesan 10 juta peluru. Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000.

Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab, produk dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.

 

5. PANSER ANOA DIEKSPOR KE OMAN DAN MALAYSIA

Panser Anoa buatan PT Pindad menjadi salah satu Alutsista yang paling laris dijual. Pada tahun 2008, TNI memesan 154 buah Panser Anoa berbagai tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe APC dan tahun 2012 TNI memesan 61 unit.

Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing. Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.

Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahanannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India.

Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis.

Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon. Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur dan dua personel pasukan.

 

6. SENAPAN PINDAD DIMINATI SINGAPURA HINGGA AFRIKA

Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak dipesan oleh negara luar. PT Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection).

Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas̢۪s, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad.

Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.

Obama dipermalukan, drone RQ-170 Iran dipamerkan

TEHERAN – Masih ingat saat Iran pada 2011 silam sukses mendaratkan paksa drone siluman RQ-170 saat menerobos wilayah udara Iran?
Saat itu Amerika Serikat mengklaim, bahwa pesawat drone canggih itu tidak bisa ditiru oleh Iran karena banyak kode-kode rumit dibalik pembuatan pesawat tanpa awak itu.
Namun, klaim AS itu dibantah oleh Iran, yang dengan bangga memamerkan drone canggih produksi dalam negeri yang versi dan prototipenya mirip sekali dengan RQ-170.
Dilansir Fars News, Jumat (16/05/2014), drone siluman itu pamerkan dalam sebuah pameran di Komando Pusat Angkatan Aerospace Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
Kementerian Pertahanan Iran dalam pernyataan resminya menyebut, RQ-170 versi Iran itu dirancang oleh ahli IRGC dalam waktu dua tahun sejak drone itu ditangkap oleh Iran.
RQ-170 milik AS dirancang dan dikembangkan oleh Perusahaan Lockheed Martin. Pesawat itu diturunkan oleh unit perang elektronik Angkatan Darat Iran pada 4 Desember 2011, saat berada di atas kota Ziegler, Iran (sekitar 225 km dari perbatasan Afghanistan).
Saat itu, pejabat militer AS membantah sambil mengatakan bahwa Iran tidak memiliki teknologi untuk menguraikan rahasia pesawat tersebut.Tapi pameran itu membantah klaim AS.
Sementara, Gedung Putih sendiri tidak memberikan pernyataan apapun terkait pameran drone RQ-170 versi Iran itu. Banyak pihak menyebut, Iran sengaja ingin mempermalukan Obama dengan memamerkan drone terbarunya yang sangat identik dengan RQ-170 itu.@frs

Yars, Rudal Rusia yang Tak Dapat Terdeteksi Musuh

Peluru kendali balistik darat bergerak, Topol-M, dan peluru kendali balistik terbaru, Yars, dilengkapi dengan mesin taktikal canggih dan penyamaran(myoma) sehingga dapat terlindung dari pengintaian musuh.
Juru bicara Divisi Roket Strategis Rusia (DRSR) di Ivanovskaya Oblast menyatakan telah melakukan uji coba trik dan metode baru untuk menyembunyikan dan membuat replika rudal-rudal balistik. “Peluncur rudal balistik berpindah-pindah setiap hari dan divisi teknik militer menggunakan teknik pengalihan milikmyoma pada lokasi yang ditinggalkan untuk mengelabui musuh,” terang Insinyur Utama Divisi Teknik DRSR, Letkol Henry Gaidukevich.
Menurut Gaidukevich, musuh tidak akan bisa melacak pergerakan Yars yang biasanya dilakukan pada malam hari, ataupun melacak tempat peluncuran rudal yang asli, berkat adanya teknik kamuflase muktahir. Selain itu, percobaan pelaksanaan pengembangan replika angin peluncur rudal balistik secara simultan juga telah dilakukan pada salah satu tahap dari uji coba.
Replika angin dengan ukuran asli untuk rudal, pesawat, tank dan peralatan militer lainnya, dapat dilihat hampir di semua pameran teknologi militer baik di Rusia maupun di luar Rusia. Mereka dapat menirukan posisi tempur serta alat perang secara detail. Replika dari karet tersebut dapat dibedakan secara kasat mata, tetapi alat pengintai yang terdapat pada drone (pesawat tanpa awak) terlihat seperti sungguhan. Replika tersebut diciptakan dari bahan khusus yang dapat mengelabui pandangan alat pengintai.

Senjata Pindad Juara Kontes Senjata Dunia

Dua jenis senjata andalan buatan PT. Pindad (persero) dalam tujuh tahun terakhir kerap menjadi juara kontes senjata tingkat dunia.

Kedua jenis senjata tersebut yakni senjat laras panjang type SS II dan senjata hand gun Combat. 

Senjata laras panjang SS II sendiri kerap menjuari beberapa kontes seperti ARM ASEAN, BISAM ASEAN plus Brunei dan ASAM tingkat dunia selama tujuh tahun terakhir.

"Tiap tahun kita kerap menjadi juara umum ditingkat dunia dari segi persenjataannya. Untuk yang SS II itu kita juara karena tingkat akurasinya bagus dan juga karena recoil (pantulan kebelakang) itu ringan," ujar Engineering Desain Yaman pada wartawan di ruangan display produk divisi senjata PT. Pindad, Jumat (6/6).

Pembuatan senjata laras panjang jenis SS II sendiri, Yaman mengatakan sejak tahun 2003 pihaknya terus kebanjiran pesanan. 

Maka dari itu, setiap harinya divisi senjata PT. Pindad memproduksi sedikitnya 200 pucuk setiap harinya.

"Kemarin ada pesanan dari Brunei cuma belum ada konfirmasi kembali, katanya alasannya dia ingin tahu kenapa senjata ini sering jadi juara jadi dia ingin memesan," ujarnya.

Sementara, senjata jenis hand gun dengan beratnya 0.90 kg yang bernama Combat G2 pun dalam tiga tahun kebelakang sering menjuarai kontes senjata ASAM tingkat dunia.

"Penilaiannya sama seperti yang SS II dari mulai tingkat akurasi sampai rekoil yang ringan," katanya.

KOPASSUS PASUKAN KHUSUS TERBAIK KETIGA DUNIA

Seperti yang sudah pernah dibahas dalam Discovery Channel Military tentang pasukan khusus terbaik di dunia (Top Elite Special Forces In The World). Maka saat itu seluruh pasukan khusus di dunia dinilai kinerjanya dengan parameter-parameter tertentu, dan tentu saja dihimpun juga pendapat-pendapat dari berbagai pengamat militer dan para ahli sejarah.
Menurut siaran Discovery Channel tersebut terlihat hasil yang cukup membanggakan tanah air tercinta kita Indonesia ini. Posisi pertama ditempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (Israel), dan peringkat ketiga adalahKOPASSUS (Indonesia). Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan kenapa pasukan khusus Amerika Serikat tidak masuk peringkat. Ternyata dikarenakan mereka terlalu bergantung pada peralatan yang berbasis teknologi super canggih, akurat dan serba digital.

Sedangkan menurut penilaian bahwa sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Tentu saja termasuk di dalamnya adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap. Dan lain sebagainya.
Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan dan bergantung pada teknologi canggih dan memiliki skill di atas rata-rata pasukan elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus bagi Kopassus. Mungkin karena itu pulalah muncul ungkapan bahwa 1 prajurit Kopassus setara dengan 5 prajurit biasa. Dan mungkin juga karena kehebatan Kopassus itu jugalah yang menyebabkan sekitar tahun 90-an Amerika begitu keberatan, dan Australia menjadi ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassusnya.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dulunya bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), dilatih untuk mengumpulkan data intelijen, berbagai teknik operasi khusus, sabotase, dan pendaratan lewat udara dan air. Didirikan pada tanggal 16 April 1952, Kopassus dirombak dan dikecilkan jumlahnya di tahun 1985, dan pada tahun 1992 kekuatan Kopassus hanya berjumlah 2.500 orang. Mereka, yang dapat dengan mudah dikenali karena baret merahnya, dibagi dalam dua grup operasi dan satu grup pelatihan.

Pada tahun-tahun akhir di dasawarsa 1990-an Kopassus kembali menambah jumlah anggotanya menjadi 6.000 orang. Dengan bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, Kopassus berkembang menjadi lima grup, dimana Group IV secara khusus menangani operasi intelijen bersama dengan Satuan Gabungan Intelijen (SGI) Kopassus.
Beberapa kiprah Kopassus yang membanggakan antara lain pernah penjadi juara satu sniper (penembak jitu) dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pacific Desember 2006. Waktu itu nomor duanya adalah dari SAS. Kemudian mereka menduduki posisi nomor 2 dari 35 pasukan khusus yang ikut terlibat dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen-pergerakan-penyusupan-penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical Deployment and Assault di Wina Austria. Pada saat itu yang menjadi nomor satu adalah Delta Force USA. Negara-negara Afrika Utara hingga Afrika Barat memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan khusus mereka dengan sekitar 80% pelatih mereka adalah perwira-perwira Kopassus. Bahkan pasukan pengawal presiden (PASPAMPRES) Kamboja adalah sebuah pasukan elite yang dilatih oleh Kopassus. Unit Kopassus pernah terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981.

Ternyata kita memiliki pasukan elite yang sungguh luar biasa. Karenanya besar harapan pasukan elite ini tidak hanya mengangkat citra Indonesia di mata dunia, tapi juga mampu membantu stabilitas dalam negeri. Tentu saja di dalamnya ada harapan bahwa Kopassus juga dapat membantu “mengamankan” Papua, dan daerah-daerah konflik lainnya.
Data & Pic. Source: Kopassus off.Site, Discovery Channel USA.